Home » Belajar Dari Legenda

Belajar dari Sylvester Stallone

Submitted by on June 15, 2009 – 11:08 amOne Comment

sylvesterAnda pasti tidak asing dengan nama yang satu ini..

Sylvester Stallone

Sang pemeran Rocky Balboa di sekuel film Box Office – Rocky pertama sampai Rocky kelima dan tentu saja film laga perang terlaris sepanjang masa.. Sekuel prajurit veteran perang Vietnam yang luar biasa John J.Rambo..Yang kemudian di susul dengan film-film Box Office lainnya seperti The Specialist, Driven, Cliff Hanger, The Assassin, Judge Dred, Demolition  Man dan Cobra… tentu saja masih banyak lagi film-film Box Office lainnya yang dia

Nama besar Sylvester Stallone juga di mulai dari jalanan… Saking pengennya Sylvester untuk bisa ikutan bermain di film.. Dia terpaksa harus rela menjadi pemain figuran terlebih dulu selama bertahun.. tahun..

Tidak mudah bagi Sly (panggilan Stallone) untuk meniti karirnya di dunia acting. Tulang pipi yang tidak simetris serta suaranya yang gagap dan cadel, membuat Sly bukanlah pilihan yang menarik bagi pembuat film Hollywood. Bahkan untuk figuran pun, Sly harus ngantri-ngantri dengan para pesaingnya.

Ubah Strateginya, Bukan Goalnya

Sadar bahwa nasibnya tidak akan berubah dengan cara seperti ini, Sly mulai ikut sekolah acting agar dapat peran di film-film yang diproduksi di Hollywood. Tetapi tetap saja nasib tak berpihak kepada Stallone. Agent pencari bakat tetap saja tidak tertarik dengan aktor yang masih pas-pasan actingnya dan tidak punya sesuatu yang bisa di jual.

Sadar bahwa dia harus punya nilai tambah untuk bisa maju dan berkembang.. Sly merubah strateginya..
Sly memutuskan untuk mulai ikut kursus menulis skenario film. Dan memberanikan diri untuk menawarkan kemampuan barunya kepada produser-produser film untuk menuliskan skenario dari beberapa novel yang saat itu sedang dalam rencana penggarapan beberapa perusahaan Film.

Tapi siapa yang peduli pada si bukan siapapun (Mr. Nobody) Sylvester Stallone. Tetap saja Sly tidak dilirik oleh mereka.

Menggadaikan Anjing

Untuk membiayai hidupnya selama luntang-lantung di Hollywood pada saat belum mendapatkan pekerjaan. Sly menggadaikan Anjingnya.. Satu-satunya sahabatnya. Anjing kesayangannya terpaksa di jaminkan ke sebuah Pet-Shop demi imbalan beberapa dollar sebagai utangnya.

Sampai suatu saat, sebuah siaran langsung pertandingan tinju exhibition antara juara bertahan kelas berat berkulit hitam legendaris Muhammad Ali melawan petinju lokal berkulit putih Chuck Webner, berhasil menarik perhatian dia. Ketegaran sang bukan siapa-siapa dari Chuck Webner dalam menghadapi serbuan tinju mematikan dari juara bertahan Muhammad Ali sampai bell terakhir pertandingan dibunyikan, memberi inspirasi buat Sly untuk menuliskannya dalam sebuah naskah Film.

Rocky, Sang Pembawa Perubahan

Rocky adalah skenario fim pertamanya yang dia tulis setelah berbulan-bulan dia memberanikan diri untuk menulisnya. Setelah mengalami revisi berkali-kali sampai dia merasa puas.. akhirnya jadilah skenario tersebut dan siap di filmkan menurut Sly.

Startup Business Wizards

Dengan keinginan untuk bisa membintangi sendiri film dari naskah, skenario serta cerita yang dia tulis sendiri.. Stallone mulai menawarkan skenarionya dari satu produser ke produser satu-nya lagi..

Tetapi sekali lagi penolakan demi penolakan dia alami lagi.. Setiap produser yang dia datangi selalu menolak penawaran Sly.

Tidak ada satupun produser yang mau mempertaruhkan uangnya untuk mendanai film dengan bintang Sylvester Stallone yang di anggap bukan siapa-siapa saat itu. Si cadel dan gagap bermuka penceng yang sangat jauh dari harapan produser manapun saat itu untuk membuat sebuah film menjadi laris.

Apalagi ide dari naskah film tersebut berlatar belakang tinju.. Sebuah ide yang sangat tidak lazim saat itu.
Tercatat Robert Redford sempat tertarik untuk membeli naskah tersebut seharga US$ 200.000 untuk dia garap dan dia bintangi sendiri.. Tapi kali ini gantian Sly yang menolaknya..
Sampai akhirnya ada seorang produser kelas teri yang mau menggarap naskah tersebut dengan Stallone sebagai bintangnya dengan bayaran yang sangat rendah sebagai seorang pemain film.

Hanya dengan US$ 6.000 …

Itupun dengan syarat sang produser harus dilibatkan dalam film sebagai pemeran pembantu. Kalau anda masih punya koleksi film Rocky yang pertama.. Orang inilah yang memerankan si brengsek kakak iparnya Rocky, si Paully.
Stallone menyanggupinya dan menggunakan uang tersebut sebagian untuk menebus anjing kesayangannya di Pet-Shop tempat dia menitipkan sahabatnya itu.

Perjuangan Bertahun-tahun Akhirnya Membawa Hasil

Setelah film Rocky di tayangkan di bioskop-bioskop Amerika.. Walaupun akting Stallone di film pertamanya  sangat pas-pasan… tapi film itu berhasil meledak dan melejitkan nama Stallone sebagai bintang film Action..
Walaupun hanya di bayar US$ 6.000 untuk film yang sangat laris.. Stallone nggak ambil peduli dan meneruskan untuk membuat film keduanya yang merupakan kelanjutan dari film Rocky yang hasilnya sangat luar biasa… Uang mulai mengejar Sly.. bukan sebaliknya

Setelah itu hampir setiap tahun Stallone mengeluarkan film-film-nya sendiri dan selalu meledak.. sampai kita akhirnya kita mengenal Stallone sebagai Rambo.. dan milyarder baru akhirnya lahir…

Dan sejak itu pula-lah kita mengenal film-film Stallone selalu menjadi Box Office dan selalu laris di seluruh dunia.
Kita bisa lihat dari sejarah Stallone disini…

Persistence & Fleksible terhadap Strateginya, Kunci Keberhasilan Sylvester Stallone

Bagaimana kegigihan Stallone dalam menghadapi kondisi yang serba sulit tidak menyurutkan langkahnya untuk berhasil di bidang yang dia inginkan. Setiap kali dia mengalami kegagalan, dia hanya merubah strateginya.. bukan tujuannya.

Gagal jadi aktor.. dia jadi figuran.. sekolah acting agar bisa jadi aktor dan gagal lagi.. dia belajar menulis naskah.. Gagal jadi penulis naskah buat film-film yang ada.. dia susun naskah untuk filmnya sendiri.. di tolak dari satu produser.. dia terus menawarkan ke produser lainnya.. di tawarin sejumlah uang untuk impiannya.. tetap saja dia nekad untuk menjalaninya sendiri walaupun dia dalam kondisi bangkrut habis saat itu.. Begitu kesempatan itu datang… itulah saatnya dia untuk membuktikan bahwa dia memang sangat mampu..

Anda bisa lihat disini… Jadi Actor besar adalah tujuan Sylvester Stallone.. karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa dengan menjadi aktor besar dia bisa mendapat penghasilan yang jauh lebih besar..

Hal itulah yang menjadi alasan terkuat Stallone untuk terus bergerak mengejar impiannya. Alasan yang sangat kuat untuk mengubur kepedihan di masa kecilnya yang hidup dalam kemiskinan..
Menjadi figuran, belajar acting, belajar menulis nasakah, menulis naskah, menawarkan naskah dll adalah strategi yang diambil oleh Stallone dan akhirnya dia sangat berhasil dengan strategi terakhirnya yang sukses mengantarkan dia menjadi seorang bintang besar Hollywood.

Coba Anda bayangkan.. bagaimana jadinya kalau Sly menyerah pada saat dia di tolak jadi aktor.. Bagaimana jadinya kalau Sly menyerah saat dia sudah kehabisan uang dan menerima tawaran Robert Redford.. Mungkin ceritanya akan sangat-sangat lain dari yang ada sekarang.

Pelajaran besar yang bisa Anda ambil dari biografi singkat Sylvester Stallone ini adalah..

  • Motivasi yang sangat kuat untuk menjadi seorang bintang..
    Membuat dia rela harus menghadapi kerasnya cobaan dan tetap gigih dalam mencapai tujuan besarnya dengan melakukan apapun yang di perlukan untuk mendapatkannya dengan cara terbaik yang bisa dia lakukan.
  • Tidak pernah menyerah dengan hanya satu strategi..
    Dia hanya akan terus menerus merubah atau memperbaiki strateginya.. Sampai akhirnya berhasil.. tetapi tidak pernah merubah goalnya.. Yang berubah hanya strateginya
Sebarkan artikel ini kepada sahabat-sahabat Anda di Facebook ataupun Twitter
Facebook Twitter Email

Popularity: 8% [?]


One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.