Tips bisnis | Blue Ocean atau Red Ocean enaknya ?
Seorang sahabat saya programmer komputer muda yang sangat luar biasa menanyakan kepada saya. “Saya sudah membaca buku Pak Laksita, Start-Up Business Wizards dan sudah mendengarkan Audiobook Pak Laksita, yang menurut saya lebih menganjurkan agar kita masuk saja dalam Red Ocean karena di Indonesia memang lebih mudah memenangkan persaingan daripada menciptakan dan menawarkan sesuatu yang baru. Dalam kasus pekerjaan saya sebagai seorang programmer computer, mana yang lebih baik. Masuk di Blue Ocean atau Red Ocean ?”, tanya dia.
Saya pribadi tidak akan mempersoalkan mana yang lebih baik Blue Ocean atau Red Ocean dalam menjalankan bisnis. Nggak peduli apakah bisnisnya dibidang produk ataupun jasa. Termasuk juga dalam bisnis yang bergerak dibidang pengembangan dan penjualan software. Dalam menjalankan bisnis (apapun bisnisnya), saya lebih mengedepankan terbentuknya saluran-saluran pendapatan dalam jumlah besar secepatnya bagi bisnis yang bersangkutan. Karena inilah sebenarnya esensi dasar dari sebuah bisnis. Bagaimana membuat uang kita tumbuh secepatnya
Sementara produk, hanyalah alat untuk membangun saluran pendapatan bagi bisnis tersebut seperti yang sering saya tekankan dalam seminar maupun workshop saya.Selain pelanggan yang akan membeli dari bisnis kita berkali-kali.
Buat apa produk saya Blue Ocean tetapi pasarnya tidak siap untuk menyerapnya dan berujung kepada sepinya order. Karena sesuatu yang baru dan inovatif memang selalu membutuhkan waktu dan upaya lebih keras untuk mengenalkannya kepada pasar. Sampai akhirnya pasar betul-betul mau menerimanya. Sementara pengeluaran dalam bisnis kita tidak bisa ditunda.
Dalam bisnis tentu saja yang ideal adalah membangun secepatnya pilar-pilar pemasukan dari produk dan jasa apa saja yng bisa kita kerjakan untuk membentuk saluran pendapatan secepat mungkin dan sebanyak mungkin. Karena semua pengeluaran bisnis kita tidak akan ernah bisa ditunda. Dan untuk membuat pilar-pilar tersebut segera menghasilkan tentu saja dibutuhkan penguasaan marketing yang tepat sasaran seperti yang saya ajarkan didalam workshop 2 hari saya “The Great Marketing Roadmap“, sehingga tidak butuh waktu lama untuk membuat pilar-pilar pemasukan tersebut menghasilkan penjualan.
Dan tentu saja konsekuensi dari pilihan ini, pasti akan menyangkut produk-produk dalam area RED OCEAN.. yang untungnya tidak terlalu banyak.. Sementara persaingannya sangat ketat. Nggak ada masalah, yang penting setiap menitnya bisnis kita di awal pendiriannya selalu bisa menghasilkan angka penjualan, setiap jamnya, bahkan setiap menitnya, dari banyak pilar.
Seperti halnya bangunan. Semakin banyak pilar penyanggah bangunan tersebut, maka semakin kokoh bangunan tersebut berdiri. Sebaliknya, semakin sedikit pilar penyanggah dari bangunan tersebut, maka semakin rentan bangunan tersebut untuk sanggup bertahan berdiri menahan beban atap yang berat. Begitu juga dengan bisnis. Semakin banyak pemasukan bagi bisnis tersebut setiap harinya, maka semakin kokoh bisnis tersebut berdiri, sementara semakin sedikit pemasukan yang dihasilkan oleh bisnis tersebut, maka semakin rentan bisnis tersebutuntuk ambruk dalam waktu singkat.
Masalahnya adalah persaingannya itu sendiri.. Nggak ada masalah dengan persaingan, karena kita bisa menerapkan strategi Tai-Chi yang sudah saya kembangkan untuk bisa memenangkan persaingan dengan mudah, dan menguasai strategi-strategi inti dari marketing, yang selalu saya tekankan di dalam workshop 2 hari saya, “The Great Marketing Roadmap” (98% pesertanya bisnisnya dibanjiri order dalam 3-5 bulan bahkan kurang)
Kembali ke Blue Ocean Strategy atau Red Ocean Strategy.
Mana strategy yang lebih baik dalam menjalankan bisnis ?
Buat saya, kembali lagi persoalannya sebenarnya sangat sederhana, buat pilar-pilar pemasukan sebanyak mungkin di Red Ocean karena ini jauh lebih mudah menghasilkan. Dengan strategi Tai-Chi masalah persaingan gampang.. Dengan workshop dan seminar saya masalah marketing juga gampang.. Setelah beberapa pilar sudah mulai menghasilkan penjualan dalam jumlah yang cukup besar, segera kuatkan pilar-pilar pemasukan dari sektor Blue Ocean..
Karena walaupun mereka nantinya butuh waktu untuk bisa diterima oleh pasar.. Setidaknya pemasukan rutin dari pilar-pilar Red Ocean sudah cukup untuk menghidupi bisnis kita sampai akhirnya pilar-pilar pemasukan Blue Ocean yang sedag kita kembangkan tersebut betul-betul sudah bisa menghasilkan pemasukan seperti yang kita harapkan.. Jadi gabungkan saja Read Ocean dengan Blue Ocean, itu akan jauh lebih aman bagi bisnis kita.
Mungkin itu saja jawaban saya mengenai pertanyaan sahabat saya di atas.
Salam Sukses..
Laksita Utama Suhud
Business Wizards Consulting.
Penulis buku best seller : Start_up Business Wizards
Penggagas Strategy : “The Tai-Chi Strategy”
Peletak dasar marketing : “The Great Marketing Roadmap”
Popularity: 73% [?]


Wah, sip deh. Jawaban bijaksana, tepat bagi pebisnis pemula dan juga pebisnis senior. Bukan hanya berpikir dalam jangka panjang, tanpa menghiraukan pemasukan rutin harian bagi bisnis. Tapi juga memadukan aspek realistis bagi kesehatan dan keberlangsungan usia bisnis (dengan Red Ocean), sembari bersiap-siaga terus memperbesar ukuran bisnis dengan balutan konsep Blue Ocean. Hebat, pak Laks. Sip, deh!
Betul Mas… Banyak orang lupa.. bahwa dalam business yang penting pemasukan harus jalan terus… Idealisme akan jalan dengan sendirinya kalau bisnis kita terus menerus bisa HIGH-SALES… Tetapi kalau bisnis kita low sales.. Maka jangan harap dech bisnis kita bisa ideal seperti yang kita harapkan….
setuju pak, dalam bisnis prinsip awal yg dibuthkan (utk peusahaan menengah kebwh) menurut sy adalah bagaimana caranya mengalirkan pundi2 rupiah sebanyak mungkin ke dlm rekening perusahaan. Baru setelah mapan, kita bisa berfikir utk menerapkan strategi blue ocean, supaya ga kolaps duluan..
terimakasih ilmunya pak.
Menyimak pelajaran di sini.
Saya setuju sekali bahwa yang penting adalah banyaknya saluran pendapatan kita yang lancar. Karena pendapatan inilah yang menopang biaya hidup bisnis kita dan keluarga.